Bookmark and Share

share yuk . .

Powered By Blogger

Cari Blog Ini

Jumat, Januari 15, 2010

Profil Pengusaha Agribisnis

Pak Soleh Herman adalah salah seorang dari sekian banyak petani tanaman hias yang yang berada di daerah bogor.Lebih tepatnya usahanya berada di jalan Otista (Otto Iskandardinata),dan usahanya didirikan di pinggir jalan yang di kiri kanannya juga terdapat usahanya yang sejenis dengan usaha beliau.Pondok yang Pak Soleh bangun untuk usaha tanaman hiasnya tersebut sederhana saja,yaitu terbuat dari bahan baku bambu sebagai pondasi pondoknya,sedangkan atap dan dindingnya hanya terdiri dari daun ijuk dan ada juga sebagian yang menggunakan jaring sebagai dinding pembatasnya.Luas pondok tempat tanaman hiasnya tersebut juga tidak terlalu luas yaitu sekitar 5 x 6 meter saja.
Walaupun usia Pak Soleh sudah terbilang bukan usia yang produktif lagi untuk menjalankan usaha karena usianya yang sudah menginjak kepala enam,namun semangatnya untuk tetap menjalankan usaha tanaman hias yang telah dirintisnya sejak enam tahun yang lalu itu patut untuk kita teladani dan kita ikuti.Beliau tetap semangat menyiram tanaman-tanaman hiasnya,merawatnya setiap hari sampai ada pembeli yang datang untuk membeli salah satu tanaman hiasnya,tak jarang yang datang cuma sekadar untuk melihat-lihat saja,bahkan pernah pula ada yang datang untuk menanyakan alamat tempat pada Pak Soleh.
Pak Soleh adalah penduduk asli Bogor,beliau mempunyai tiga orang putra yang kesemuanya sudah bekerja dan berumahtangga.Meskipun Pak Soleh seharusnya tidak perlu lagi untuk bekerja untuk menafkahi keluarganya,karena anak-anaknya sudah menjamin kehidupan hari tuanya,namun bagi Pak Soleh,usia bukanlah batas penghalang yang dapat menghalangi keinginannya untuk tetap meneruskan usaha tanaman hiasnya itu.

Latar Belakang Usaha
Usaha tanaman hias Pak Soleh Herman ini telah mulai berjalan sejak enam tahun yang lalu.Pada mulanya usahanya ini hanya berawal dari hobi Pak Soleh yaitu menanam tanaman hias.Kebetulan di belakang rumahnya terdapat sebidang tanah yang tidak begitu luas,namun cukup lumayan untuk sekedar menyalurkan hobi berkebun tanaman hiasnya tersebut.Pak Soleh Herman mengatakan bahwa tanaman yang banyak ditanamnya ketika itu di kebun belakang rumahnya yaitu dari jenis cencifera,dan spiritis.
Sampai pada suatu ketika ketika Pak Soleh Herman sedang asyik menyiram tanaman hiasnya tersebut,tiba-tiba datang tetangga samping rumahnya dan bertanya apakah Pak Soleh Herman ada menanam tanaman hias dari jenis aglaonema,karena menurut tetangganya itu,salah seorang teman kerjanya sedang mencari tanaman tersebut untuk dijadikan tanaman hias di rumahnya,kebetulan tanaman yang dicari tersebut ada ditanam di kebun Pak Soleh Herman.Ternyata setelah negosiasi dengan teman tetangganya tersebut,ditentukanlah harga tanaman hias tersebut.
Sejak hari itu,Pak Soleh menyadari bahwa bisnis tanaman hias cukup menguntungkan karena harga per unit ataupun per satuannya lumayan mahal.Tapi itu masih tergantung dari jenis tanaman hias itu sendiri.Ditambah dorongan dari keluarganya semakin membulatkan tekadnya untuk memulai usaha tanaman hias tersebut.


Awal Usaha Pak Soleh Herman
Dengan berbekalkan modal yang diperoleh dari ketiga orang putranya yang semuanya telah bekerja,Pak Soleh Herman membuat surat izin usahanya dan mulai mendirikan usahanya,di atas lahan seluas 5 x 6 meter,di atas tanah tersebut dibangun pondok sebagai tempat tanaman hiasnya dipajang.Pak Soleh Herman pun mulai memenuhi pondok usahanya itu dengan tanaman-tanaman hias yang tidak hanya dari kebunnya saja,tapi dia juga memesan tanaman hias langsung dari produsen tanaman hias agar variasi tanaman hias di pondok usahanya semakin lengkap.
Ketika usahanya mulai berjalan sekitar tahun 2003,belum banyak usaha tanaman hias seperti yang dilakoninya muncul,sehingga usahanya ketika itu bisa dikatakan lancar tanpa hambatan,banyak pembeli yang mencari tanaman hias di pondoknya,dan sebagian besar ada di pondoknya.Ketika itu salah satu tanaman hias yang paling dicari adalah dari jenis authorium,harganya pun sangat mahal ketika itu,pernah katanya mencapai angka ratusan juta per pot.
Pembeli yang datang ke pondoknya tidak hanya dari daerah Bogor saja,malahan ada pembelinya yang datang luar Pulau Jawa,seperti dari Ambon dan Maluku.Pernah suatu ketika ada pengusaha dari Singapura yang kebetulan ke Bogor dalam rangka perjalanan bisnis,singgah ke pondok tanaman hiasnya dan mencari tanaman authorium,namun sayang ketika itu tanaman tersebut sedang tidak ada stoknya,alhasil pengusaha tersebut pun terpaksa berlalu dengan kecewa.
Harapan Pak Soleh Herman ketika usahanya tersebut mulai didirikan yaitu dia berharap agar usahanya ini tetap mendapat tempat di hati masyarakat agar usahanya tersebut dapat tetap bertahan walaupun dia tahu lama-kelamaan usaha tanaman hias seperti yang dia jalankan saat ini akan ditiru oleh banyak orang karena harga tanaman hias ketika itu sangat tinggi.

Kendala Ketika Usaha Baru Didirikan
Walaupun ketika usaha Pak Soleh Herman baru berdiri bisa dikatakan lancar dan cepat dikenal oleh para pengkoleksi tanaman hias,namun bukan berarti tidak ada kendala yang cukup membuat Pak Soleh Herman hampir putus asa menghadapinya.Salah satu kendala ketika usahanya baru didirikan yaitu sulitnya mencari pelanggan karena tanaman hias yang dijual oleh Pak Soleh Herman rata-rata mempunyai nilai jual tinggi yang sudah tentu hanya golongan tertentu saja yang mampu untuk membelinya,sehingga bisa dikatakan apabila ada tanamannya yang laku terjual dua atau tiga hari satu jenis tanaman saja sudah termasuk cukup laris.
Kendala lainnya yaitu ada beberapa jenis tanaman hiasnya yang pernah diserang penyakit yang diakibatkan oleh virus sehingga tanaman-tanaman yang terkena penyakit tersebut adakalanya cepat mati walaupun telah dirawat dengan baik,yang lainnya walaupun tidak mati namun kualitasnya sudah tentu lebih rendah dari tanaman yang sehat yang pasti berdampak pada harga jualnya.Itu semua sudah pasti mengakibatkan kerugian yang lumayan besar pada usaha Pak Soleh Herman karena tanaman-tanaman tadi tidak bisa dijual untuk mengembalikan modal belinya.
Namun itu semua ternyata tidak mampu mematahkan semangat Pak Soleh Herman untuk tetap meneruskan usahanya karena prinsipnya yaitu pantang menyerah sebelum benar-benar kalah.Berkat keuletan dan ketekunan Pak Soleh Herman dalam menjalankan usahanya,ternyata semua kendala-kendala tersebut bisa dia atasi.Lama-kelamaan pembeli tanaman hiasnya semakin beragam,tidak hanya dari golongan menengah ke atas saja tetapi juga ternyata masyarakat biasa juga ada yang tertarik membeli tanaman hiasnya yang ternyata untuk dijual kembali yang sudah tentu dengan harga yang lebih tinggi pula.Itu semua bukanlah hal yang harus diambil pusing menurut Pak Soleh Herman,karena baginya yang penting usahanya bisa berjalan dengan lancar.

Jenis-Jenis Tanaman Hias yang Dijual
Tanaman-tanaman hias yang dipajang di pondok tanaman hias Pak Soleh Herman cukup beragam jenisnya.Semua tanaman hiasnya rata-rata adalah tanaman hias yang memang sudah familiar namanya di bisnis tanaman hias.Jadi tidak heran apabila jika ada pengkoleksi tanaman hias yang singgah di pondoknya akan langsung mengenal jenis tanaman hias yang ada di pondok tanaman hias Pak Soleh Herman tersebut.

Caladium dan Aglaonema
Tanaman-tanaman hias yang ada di pondok tanaman hias Pak Soleh Herman antara lain caladium,tanaman hias ini masih merupakan kerabat dekat dari anggota talas-talasan,jadi tidak mengherankan bila bentuknya sangat mirip dengan daun keladi,yang membedakannya hanyalah warnanya,yaitu warnanya sangat cerah dan mempunyai corak warna-warni yang bernuansa merah,putih bertulang hijau,paduan merah dan hijau,hingga merah muda bertotol merah pekat dan merah muda bergaris merah pekat.Ada juga caladium yang mempunyai bentuk daun seperti hati,bertangkai pendek,dengan nuansa warna merah dan tulang hitam yang merupakan jenis baru dan sosoknya lebih kompak.Pak Soleh Herman menerangkan bahwa umbi keladi yang baru mementiskan 1 daun disungkup selama 3 bulan,keladi akan berwarna cerah,bersosok pendek,dan banyak daun.Pak Soleh Herman juga menerangkan bahwa keladi butuh kelembapan tinggi supaya bisa tumbuh dengan bagus.
Selain caladium,ada juga aglonema yang juga merupakan kerabat dari talas-talasan .Aglonema mempunyai bentuk yang tidak jauh berbeda dari caladium yaitu berbentuk seperti daun keladi.Aglonema ini mempunyai banyak kerabat,ada yang berbentuk tepi daunnya menggulung ke atas bagian tengah sehingga bentuknya mirip dengan makanan khas Jepang.Sushi,begitulah ia disapa.Selain sushi,masih ada lagi yang lain,sebut saja keladi dengan daun mirip hati.Tekstur daun tebal dan mengkilap seperti plastik menambah keunikan dari tanaman yang merupakan anggota famili Araceae tersebut.
Menurut Pak Soleh Herman,apabila cuaca panas keladi akan malas memunculkan daun ketimbang saat hujan datang di mana keladi akan tampil prima.Keladi yang berdaun merah pekat,merah muda,putih,hijau bersaput merah akan terlihat mencolok.Daun-daunnya rimbun dengan warna cerah dan terlihat segar.Menurutnya lagi,keladi senang air,makanya di musim hujan penampilannya akan lebih bagus.Bila daun kekurangan air,daun menguning dan layu.Lama-kelamaan tinggal menyisakan umbi.Itu yang terjadi di musim kemarau.Daun baru bakal bermunculan kembali bila musim hujan tiba.Pak Soleh Herman menerangkan lebih lanjut bahwa sebetulnya dengan perawatan yang tepat,tanaman keladi bisa dinikmati keindahannya sepanjang tahun.Caranya yaitu kebutuhan keladi akan air harus terus terpenuhi.Contohnya yaitu meletakkan keladi-keladi ke dalam pot di atas tatakan air.Bisa juga denagn menambahkan gel yang sifatnya memegang air ke dalam media.
“Posisi keladi sebaiknya di lokasi ternaungi 50%.Cahaya matahari yang berlebihan dapat menyebabkan warna daun menjadi pudar,”jelas Pak Soleh Herman.Yang bercorak putih dengan kelir hijau ditata di tempat yang lebih panas.Supaya cepat rimbun,Pak Soleh Herman menyarankan agar menanam jenis-jenis yang rajin berdaun.Lazimnya itu merupakan keladi asal Florida,Amerika Serikat.Jenis itu juga mempunyai batang yang kekar sehingga tidak gampang loyo.Bila dikaitkan dengan harga,mungkin bisa dibilang masih lumayan terjangkau,yaitu berkisar antara Rp30.000 sampai dengan Rp500.000 per pot tergantung dari jenis dan ukurannya.”Jika penampilan tanaman bagus,pasti bisa dapat harga bagus,”lanjut Pak Soleh Herman.

Pachypodium
Pachypodium menurut Pak Soleh Herman merupakan tanaman hias yang baru mulai muncul belum lama ini,namun cukup banyak dicari karena daya tahannya terhadap penyakit.Bentuk tanaman hias ini agak mirip dengan tanaman gurun,terlebih lagi dengan tanaman mawar gurun. ”Tanaman ini dilirik lantaran berbonggol dan sifat tanamannya mirip dengan adenium,bandel dan mudah dirawat,”terang Pak Soleh Herman.Oleh karena sifatnya yang demikian,membuat pachypodium mudah masuk pasaran terlebih di hati penggila adenium dengan bonggol unik.Daya tarik lain dari tanaman hias ini yaitu terletak pada bunganya.Pachypodium memiliki warna bunga yang jarang ditemui di mawar gurun,yaitu kuning,sehingg dapat dikatakan bahwa Pachypodium merupakan generasi adenium berikutnya.
Menurut Pak Soleh Herman,tanaman hias ini memiliki harga jual yang relatif tinggi,penyebabnya yaitu hinga kini bijinya masih didatangkan dari luar negeri.Dibandingkan mawar gurun,pertumbuhan pachypodium tergolong lebih lambat.”Untuk memperoleh rosulatum setinggi 5-7 cm saja dibutuhkan setidaknya waktu 8 bulan dari tebar biji,”terang Pak Soleh Herman.Sedangkan adenium hanya 1-1,5 bulan untuk mencapai tinggi yang sama.Dengan keterbatasan itu wajar saja bila harga pachypodium lebih mahal.
Terdapat lebih dari 20 jenis pachypodium,namun yang paling banyak dibudidayakan di Indonesia yaitu dari jenis P.lamerei,P.geayi,dan P.rosulatum lantaran bijinya yang mudah didapat.Dua jenis yang disebutkan pertama itu tumbuh pada habitat yang sama.Mereka tahan terhadap panas,udara kering,dan butuh sinar matahari penuh.”Pertumbuhannya tegak dan cepat,”jelas Pak Soleh Herman.P.lamerei yang berumur 3-4 bulan dengan tinggi batang 4 cm seharga Rp30.000-35.000 per pot.P.geayi yang berumur 3 bulan dengan tinggi 17-18 cm dijual seharga Rp60.000-75.000 per pot.P.rosulatum lebih mahal lagi.Bibit umur 8 bulan dari semai biji yang tingginya 5-7 cm seharga Rp200.000 per pot.Sedangkan adenium obesum yang berumur sama hanya seharga Rp10.000-15.000 per pot.


Nepenthes
Nepenthes ataupun biasa disebut kantong semar di Indonesia memiliki bentuk seperti kantong-kantong yang bergantungan di ujung sulur tanamannya.Daunnya yang hijau memiliki bercak-bercak kecoklatan.Untuk tetap menjaga kelembapannya,setiap 2 jam sekali kantong-kantongnya akan disiram.Menurut Pak Soleh Herman,ciri-ciri yang menunjukkan bahwa kantong semar tersebut sudah tumbuh sehat yaitu munculnya daun baru di antara daun lama.Artinya ada kehidupan dalam diri kantong semar tersebut.Kemunculan daun muda juga mengindikasikan bahwa perakaran tanaman kantong semar tersebut sudah berkembang bagus.
Menurut Pak Soleh Herman lagi,kantong semar yang dibeli bisa berupa bibit asal kultur jaringan,anakan atau dewasa yang sudah adaptif.Mereka layak dipilih lantaran sudah sangat beradaptasi dengan lingkungan di luar habitatnya.Resiko kematian pun jauh lebih kecil bila dibandingkan dengan kantong semar yang baru dicabut dari alam.Pak Soleh Herman menerangkan lebih lanjut lagi bahwa kantong hitam cabutan alam biasanya akan mengalami stress ketika baru dipindahkan.Kondisi lingkungan di tempat asal berbeda dengan yang baru.Akibatnya pertumbuhannya akan lambat.Oleh karena itu ia harus diadaptasikan terlebih dahulu.Jika kantong hitam dari alam tadi langsung dijual,maka resiko kematiannya akan tinggi,malahan bisa sampai 100%.”Awalnya kondisinya bagus selama 2 bulan,tapi lama-kelamaan kantong dan daunnya akan mengering satu persatu,”ujar Pak Soleh Herman lebih lanjut.
Salah satu jenis dari kantong semar yaitu truncate merupakan termasuk yang pertumbuhannya lambat.Menurut Pak Soleh Herman,truncate merupakan tanaman hias yang paling mudah dirawat dalam semua kondisi.Biasanya truncata yang hidup di dataran tinggi memiliki ukuran kantong yang kecil karena mengalami pengecilan,cuma sekitar 15 cm,tetapi warnanya tetap merah.Truncata mudah dibedakan dengan jenis lainnya.Lazimnya daun kantong semar itu memanjang,tetapi ada pula yang berbentuk hati.Di alam,truncata tumbuh terestrial atau epifit pada ketinggian 200-1.800 m dari permukaan laut.
Bentuk kantong yang hidup di dataran rendah atau tinggi sama saja.Ada kantong bawah,tengah, dan atas.Yang disebut pertamakantong berbentuk silinder dan bersayap dengan tutup kantong kecil.Ukuran tutup lebih kecil dibandingkan dengan mulutnya.Bentuk kantong tengah merupakan perpaduan dari kantong atas dan bawah.Sedangkan kantong atas tak bersayap dan memiliki tutup berbentuk agak segitiga dan peristom lebar.Tinggi kantong bisa mencapai 50 cm.


Upaya-Upaya yang Dilakukan Untuk Mengembangkan Usaha
Setelah sekian lama menjalankan usaha tanaman hiasnya tersebut,Pak Soleh Herman menyadari bahwa untuk usahanya bisa lebih maju dan tetap bertahan,maka dia harus mengembangkan usahanya tersebut ke dalam skala yang lebih besar lagi agar usahanya tersebut semakin dikenal di pasaran luar,atau setidaknya tetap bisa bertahan di tengah maraknya usaha yang sejenis dengan usahanya.
Salah satu upaya yang dilakukan oleh Pak Soleh Herman untuk mencapai hal tersebut yaitu sering ikut serta dalam penyuluhan-penyuluhan mengenai tata cara merawat dan memelihara tanaman hias,dikarenakan untuk mengembangkan usahanya ke dalam skala yang lebih luas lagi tidak bisa dicapai oleh Pak Soleh Herman karena kekurangan modal,jadi menurutnya upaya lain yang akan dilakukannya agar dapat tetap bertahan di dunia usahanya yaitu meningkatkan kualitas tanaman hias yang dijualnya,yang jalan keluarnya yaitu dengan mengikuti berbagai macam penyuluhan mengenai tanaman hias agar pengetahuannya mengenai cara perawatan tanaman hias semakin dalam dan bisa dipraktekkannya langsung pada tanaman hiasnya yang kemudian tentu akan dijual pada pelanggannya.
Dan ternyata upaya-upaya yang dilakukan oleh Pak Soleh Herman cukup berhasil karena sampai saat ini usahanya masih tetap bertahan walaupun telah sejak enam tahun yang lalu usahanya ini berdiri.Ini semua membuktikan bahwa kebulatan tekad dan ketekunannya dalam menjalankan usahanya ini dapat membuat usahanya tetap berdiri walaupun jika kita lihat sekarang di kanan dan kiri pondok tanaman hias Pak Soleh Herman terdapat usaha tanaman hias yang sejenis dan sama persis dengan usaha Pak Soleh Herman.Dan rata-rata usaha tanaman hias di kiri dan kanan usaha tanaman hias Pak Soleh Herman baru didirikan satu sampai dua tahun yang lalu.
Kendala Paling Besar Pada Usaha Pak Soleh Herman Saat Ini
Setelah enam tahun berlalu,dan usaha Pak Soleh Herman juga tetap masih mampu bertahan di tengah makin banyaknya usaha yang sejenis dengan usaha tanaman hiasnya.Tapi Pak Soleh Herman menyadari bahwa usahanya tidak selancar dulu karena sekarang usahanya sudah mempunyai banyak saingan yang sudah tentu hal tersebut membuat usahanya semakin sepi dari pembeli,selain faktor banyak saingan,ada juga kendala-kendala lain yang membuat usaha tanaman hias Pak Soleh Herman ini tidak sejaya dulu.
Salah satu kendala yang menurut Pak Soleh Herman paling menghambat usaha tanaman hiasnya saat ini yaitu Pak Soleh Herman kekurangan modal untuk mengembangkan lagi usahanya ke dalam skala yang lebih besar lagi,atau semisalnya usahanya memiliki cabang di tempat lain.Akibat hal tersebut membuat usahanya sulit bersaing dengan usaha lain yang tentunya mempunyai modal yang lebih besar yang dengan modalnya tentu saja memiliki jenis tanaman hias yang jauh lebih lengkap dari yang ada di pondok tanaman hias Pak Soleh Herman,sehingga banyak pembeli yang lebih memilih untuk mencari tanaman hias di tempat yang jauh lebih lengkap variasi tanaman hiasnya daripada yang ada di pondok tanaman hias Pak Soleh Herman itu sendiri.
Kendala lainnya yang cukup besar yaitu faktor harga tanaman hias itu sendiri.Menurutnya harga tanaman hias sekarang ini sangat jauh berbeda,tanaman hias yang dulunya memiliki harga yang sangat tinggi,sekarang harganya malah turun drastis dan sangat berbeda jauh.Contohnya,menurut Pak Soleh Herman harga tanaman hias yang di jual di pondoknya dari jenis authorium ketika empat sampai lima tahun yang lalu harganya bisa mencapai ratusan juta rupiah per potnya.Harganya sekarang sangat ironis sekali dengan saat Pak Soleh Herman baru memulai usahanya karena menurutnya sekarang tanaman hias dari jenis authorium tersebut hanya laku dengan harga ratusan ribu rupiah saja per potnya.Selain itu tanaman hiasnya rawan untuk dicuri oleh pencuri tanaman hias yang sering mengintai jika para penjual tanaman hias seperti Pak Soleh Herman ataupun anak buahnya agak kurang waspada menjaga tanaman hiasnya.

Harapan Pak Soleh Herman Terhadap Usahanya
Menurut Pak Soleh Herman,usaha seperti yang dilakoninya saat ini,yaitu usaha tanaman hias sebenarnya sangat memberikan keuntungan yang menjanjikan jika kita mau menjalankannya dengan sungguh-sungguh dan tekun.Terlebih dari itu,Pak Soleh Herman malah menganggap usaha seperti ini bisa mendatangkan kepuasan batin tersendiri bagi dirinya.Selain itu,bagi Pak Soleh Herman usahanya ini bisa dianggap sebagai kegiatan untuk mengisi hari tuanya,di samping bisa memberikan penghasilan sampingan yang lumayan cukup untuk tidak sekedar bergantung hidup pada anak-anaknya yang telah berkeluarga semuanya.
Sejak Pak Soleh Herman memulai usaha tanaman hias ini,ia telah menanamkan dalam hatinya untuk menjalankan usahanya dengan serius dan sungguh-sungguh.Pak Soleh Herman yakin bahwa suatu hari nanti usahanya ini akan bisa berkembang ke dalam skala yang lebih besar lagi.Apabila permintaan pasar dalam negeri akan tanaman hias semakin meningkat dari hari ke hari,tidak mustahil keyakinannya tersebut akan menjadi kenyataan.
Salah satu tanaman hias di pondoknya yang paling dicari oleh para penggila tanaman hias yang berbentuk seperti daun keladi yaitu caladium dan aglaonema,menurutnya apabila pemerintah mau mengembangkan lagi pembudidayaannya menjadi lebih beragam,bervariasi dan lebih indah lagi,tidak mustahil Indonesia bisa meredupkan ketenaran negara tetangga Thailand yang telah terkenal akan pembudidayaan tanaman hiasnya yang berkualitas dan indah,beralih ke Indonesia,karena sesungguhnya Indonesia memilki kekayaan alam yang sulit untuk dicari tandingannya di dunia,termasuk tanaman hias di dalamnya.Tinggal kita saja yang mau mengembangkannya atau tidak.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar