Bookmark and Share

share yuk . .

Powered By Blogger

Cari Blog Ini

Jumat, Januari 15, 2010

Sukir Flowers Menjual Berbagai Tanaman Hias, Pupuk, Pot Bunga, dan Jasa Pembuatan Taman

a) Latar Belakang
Banyak yang mengatakan bahwa Indonesia merupakan salah satu negeri yang kaya akan kekayaan alam yang dimilikinya. Kekayaan alam yang dimaksud salah satunya adalah kaya akan keanekaragaman tumbuh-tumbuhannya. Hal ini dikarenakan letak geografis Indonesia yang terbentang di sepanjang garis khatulistiwa, sehingga mengakibatkan Indonesia beriklim tropis.
Suatu daerah yang beriklim tropis hanya memiliki dua musim. Yaitu musim hujan dan musim panas. Musim hujan yang hanya diselingi dengan musim panas, mengakibatkan daerah yang beriklim tropis memiliki curah hujan yang cukup, sehingga kadar air di dalam tanah dapat selalu tercukupi. Apalagi dengan Indonesia yang merupakan sebuah negara kepulauan, kadar air yang terdapat di dalam tanahnya selalu sangat tercukupi. Alasan inilah yang membuat berbagai aneka tumbuh-tumbuhan dapat tumbuh dengan subur di tanah Indonesia.
Beraneka tumbuh-tumbuhan itu saat ini sangat gencar digunakan menjadi hiasan-hiasan hidup bagi lingkungan kehidupan manusia. Baik pada tumbuhan yang biasa ditemui bahkan juga yang sulit ditemui. Baik yang memiliki bunga bahkan yang tidak berbunga. Sehingga tingkat penggunaan manusia akan tanaman-tanaman berbunga ini menjadi cukup tinggi.
Tingkat penggunaan tanaman-tanaman hias yang cukup tinggi ini menjadikan tanaman itu bukan lagi menjadi barang bebas tetapi menjadi barang ekonomis, seperti pada ilmu ekonomi. Hal inilah yang dimanfaatkan sejumlah orang, banyak mereka yang bersedia untuk menyalurkan berbagai tanaman yang dinginkan masayarakat, dengan cara menjualnya. Seperti pada toko-toko bunga, yang salah satunya adalah milik Pak Sukir, yaitu Sukir Flowers yang menjadi bahan pembahasan saya kali ini.
a) Profil Narasumber

Pada kesempatan di dalam tugas wawancara kali ini saya memutuskan untuk mewawancarai seorang pengusaha agribisnis pemilik toko tanaman-tanaman hias. Seorang pengusaha yang saya temui saat itu adalah Pak Sukir. Ia adalah salah satu dari sekian banyak pemilik toko bunga yang terdapat tepi Jalan Raya Jakarta-Bogor, di Kabupaten Cibinong.
Pak Sukir telah berumur 50 tahun. Isterinnya bernama Surtini yang telah berumur 47 tahun. Pak Sukir dan Ibu Surtini telah berkeluarga selama 23 tahun dan mereka telah memiliki 7 orang anak, 3 putera dan 4 puteri. Suami-isteri yang telah memiliki 7 orang anak ini menetap di bogor baru terhitung selama 5 tahun.
Tidak hanya Pak Sukir yang menjadi andalan keluarganya untuk mencukupi kebutuhan mereka yang cukup besar buat menghidupi mereka bersama tujuh anak mereka. Isterinya, Ibu Surtini juga. Ia berjualan makanan dan minuman di warung kecil di sebelah toko bunga mereka. Meskipun sedikit, tetapi uang hasil dari pendapatan itu cukup berguna untuk menjadi pendapatan tambahan buat keluarga mereka.
Sebelum berprofesi sebagai pemilik toko bunga seperti saat ini, ia berprofesi sebagai kuli bangunan. Profesi ini sudah ia geluti sejak sebelum menikah dan setelah ia menikahi isterinya. Tetapi beberapa tahun kemudian, profesi sebagai kuli bangunan ini dirasakan cukup berat olehnya. Selain karena memerlukan waktu dan tenaga yang cukup banyak, juga karena kebutuhan keluarga yang harus dipenuhinya sebagai kepala keluarga yang sudah lebih besar bila dibandingkan dengan kebutuhannya sebelum menikah dulu.





Beberapa tahun kemudian, karena merasa tertarik dengan seni rupa gores-goresan bangunan, ia mulai bekerja sambilan sebagai pembuat relief yang banyak terdapat pada taman bunga yang dimiliki di rumah-rumah orang yang dibangunnya.
Rumah yang dibangunnya mulai dihiasi dengan hiasan relief-relief yang banyak digoreskan diberbagai sisi rumah, bahkan juga pada taman-taman bunga banyak orang.
Setelah beberapa tahun kemudian lagi, tidak cukup hanya sebagai pembuat reliefnya saja, ternyata ia juga berkemauan untuk mencoba sekaligus membuat taman bunga oleh usahanya sendiri bersama beberapa orang anggotanya yang direkrut dengan menggunakan sistem borongan, seperti yang dilakukan oleh beberapa pengusaha taman lainnya. Hingga akhirnya, karena merasa lebih baik jika memiliki bunga-bunga sendiri buat pembuatan tamannya dan juga bisa sekalian dijual, ia memutuskan untuk membuka toko bunga sendiri miliknya ini.

















b) Profil Usaha

Sukir Flowers, nama toko bunga yang berisi berbagai macam dan jenis tanaman hias milik Pak Sukir. Ia mendirikannya di atas sebuah lahan yang berukuran sekitar 12m kali 8m, lahan kepunyaan pemerintah. Sebelumnya ia telah mengajukan izin terlebih dahulu kepada pemerintah. Ia mendirikannya dengan sebuah bangunan kayu sederhana yang dibangunnya sendiri beserta kedua orang puteranya, dan bangunan sederhana itu ternyata juga merupakan tempat tinggal mereka selama ini sejak Ia mulai berusaha sekaligus sejak ia beserta keluarganya memutuskan untuk menetap di Kota Bogor ini yang telah terhitung selama 5 tahun.
Modal yang ia gunakan untuk mendirikan usaha ini adalah modal dari miliknya pribadi. Modal itu ia dapatkan dari simpanan hasil berbagai usaha yang digelutinya saat sebelum ia berusaha sebagai penjual tanaman hias ini. Jumlah modal pertama yang ia pergunakan saat itu adalah sebesar 7 jutaan, namun ia mendapatkan dan mempergunakannya tidak dengan sekaligus, tetapi secara bertahap.
Sambil menjalankan usahanya tersebut ternyata ia juga ikut berpartisipasi untuk mendirikan sekaligus menjadi salah satu anggotanya bersama para penjual bunga lainnya yang seperti dia. Para penjual bunga yang menjadi anggota koperasi tersebut tersebut kebanyakan memiliki lokasi usaha di sekitar jalan Raya Jakarta Bogor.
Lokasi pusat koperasinya berada di sebelah toko bunga miliknya itu, yang bernama Paguyuban Tanaman. Setiap anggota koperasi tersebut harus bersedia untuk menyisakan hasil pendapatan mereka sebesar Rp 50.000 setiap harinya. Menjadi anggota koperasi simpan pinjam tersebut dirasakan sangat berguna menurutnya, karena dengan simpanan yang dimilikinya itu nanti ia dapat lebih mengembangkan lagi toko usaha bunga yang ia miliki.




d) Usaha yang Dijalankan

Sukir Flowers, toko bunga milik Pak Sukir yang berisikan berbagai macam tanaman hias tersebut, tidak hanya melayani untuk menjual tanaman-tanaman hias kepada para konsumennya. Tetapi juga menjual berbagai macam pupuk bagi tanaman, baik tanaman hias maupun buah-buahan, dan juga menjual berbagai macampot bunga yang ia datangkan dari berbagai kota di sekitar Pulau Jawa.
Tanaman hias yang ia jual kebanyakan berasal dari Puncak dan Jakarta. Tanaman-tanaman kecil yang kebanyakan digunakan untuk pembuatan berasal dari puncak, dan tanaman-tanaman berbunga dan berbagai jenis aglonema berasal dari Jakarta. Berbagai macam jenis cemara ia datangkan dari berbagai tempat yang berbeda. Cemara udang yang terkenal mahal itu ia mendapatkannya dari Madura, cemara kretes ia datangkan dari Kota Malang, sedangkan cemara kecil-kecil lainnya berasal dari Kota Bandung. Sedangkan tanaman buah-buahan kebanyakan ia beli dari Kota Majalengka.
Berbagai jenis pupuk yang ia sediakan kebanyakan berasal dari Kota Surabaya dan juga dari Kota bogor ini sendiri. Ia menyediakan berbagai jenis pupuk kandang, organik, kompos, dan juga pupuk kimia. Namun tidak semuanya yang merupakan miliknya tetapi ada juga yang milik orang lain yang dititipkan untuk dijual ditoko bunganya itu. Pupuk yang paling banyak diminati oleh konsumennya adalah pupuk Makesa Kompos.
Begitu juga dengan berbagai macam pot yang banyak tersedia di toko bunga miliknya. Pot-pot tersebut tidak semuanya yanmerupakan miliknya, tetapi ada juga yang kepunyaan orang lain, yang dititipkan di toko bunganya untuk dijual. Pot-pot tersebut ia datngkan dari berbagai macam daerah di Pulau Jawa. Ada yang dari Bogor ini sendiri, dari Serang, Surakarta, bahkan Jogja.
Ia juga menjual jasa pembuatan taman. Pembuatan taman itu bisa merupakan pemasangan rumput, pembuatan relief, bahkan penataan berbagai macam tanaman hias mulai dari yang kecil hingga yang besar seperti pohon-pohon hias maupun pohon buah-buahan.
Tidak lupa, selain itu juga, ia juga memanfaatkan berbagai macam tanaman hiasnya untuk disewakan. Biasanya yang mempergunakan jasa ini adalah perusahaan yang sedang mengadakan pameran, banyak juga orang-orang maupun instansi yang ingin mengadakan acara-acara tertentu, baik yang resmi maupun yang tidak resmi.

Ringkasan tentang usaha yang dijalankan oleh Pak Sukir dengan toko bunganya dapat kita lihat dengan Pohon Bisnis seperti di bawah ini.























Rincian Asal Pembelian Barang
1. Tanaman-tanaman
- Aglonema dan tanaman kecil : Puncak
- Cemara biasa : Bandung
- Cemara udang : Madura
- Cemara kretes : Malang
- Pohon Buah-buahan : Majalengka

2. Pot
- Pot plastik : Bogor, Cibinong
- Pot batu : Surakarta, Serang, Jogja

3. Pupuk
- Kandang : Bogor
- Organik : Bogor
- Kompos : Cibinong
- NPK : Jakarta

Pelanggan yang biasa datang berkunjung ke Toko Sukir Flowers berasal dari beraneka ragam tempat, dan beraneka macam tujuan, banyak berasal dari :
- Jakarta
- Bogor
- bahkan dari kota Solo

Sebagian besar pembeli yang berkunjung nenbeli tanaman hias tersebut dengan tujuan untuk dikoleksi.




Tanaman bunga yang sangat mahal dan sangat yang gencar-gencarnya diingini orang-orang saat ini adalah tanaman enceng gondok. Harga tanaman ini bisa sampai mencapai 2,6 jutaan pada yang impor dan yang lokal 7 ratusan ribu.
Ada begitu banyak acara kontes tanaman hias yang bisa diikuti oleh para penjual tanaman hias. Namun menurut Pak Sukir, ia merasa tidak penting untuk mengikuti kontes tersebut, karena biaya yang harus dikeluarkan buat mengikuti kontes ini sangat besar, tidak sebanding dengan keuntungan yang bisa didapatkan dari mengikuti kontes tanaman hias tersebut.
Meskipun begitu banyak keuntungan yang bisa didapatkan oleh Pak Sukir dengan toko bunga yang dimilikinya, tetapi masih ada hambatan-hambatan yang harus dipertmbangkannya di dalam usahanya. Karena dengan melakukan itu ia akan semakin dapat mengembangkan usahanya untuk lebih luas dan semakin menguntungkan lagi.
Hambatan-hambatan yang didapatkan Pak Sukir di dalam menjalankan usahanya yaitu :
1. Tempat. Lahan yang digunakan Pak Sukir untuk membangun tokonya dan sekaligus menjadi tempat tinggalnya itu merupakan lahan pemerintah yang dipinjam olehnya. Suatu saat pemerintah bisa saja mempergunakan lahan tersebut untuk berbagai kepentingan, seperti pelebaran jalan. Meskipun telah mempunyai izin kalau demikian, Pak Sukir mau tidak mau harus memindahkan tempat usahanya.

2. Keamanan. Keadaan bangunan toko yang dimiliki Pak Sukir sangat mudah dijangkau oleh tangan-tangan jahil manusia. Karena, tempat penyimpanan bunganya tidak tertutup dengan cukup aman. Sehingga mau tidak mau setiap hari harus ada orang yang menjaga toko dan tanaman-tanaman bunganya.




e. Kesimpulan

Usaha tanaman hias merupakan salah satu usaha yang sangat menguntungkan di dalam bisnis di bidang agribisnis. Karena usaha seperti ini mempunyai cakupan pohon bisnis yang begitu luas, banyak barang maupun jasa yang bisa kita manfaatkan untuk dijual untuk digunakan sebagai hiasan hiasan tanaman. Karena yang dibutuhkan untuk menata dan mengembangkan pembudidayaan tanaman untuk menjadi hiasan itu sangat banyak, seperti skill penataan untuk pembuatan taman, pupuk dan pemupukan, perawatan taman, maupun hiasan-hiasan pot bunga yang sekarang tersedia dengan beraneka macam bentuk dan mode.
Selain terdapat berbagai macam bisnis yang bisa kita jalankan, keuntungan yang bisa kita peroleh adalah investasi yang kita tanamkan melalui modal tanaman-tanaman kita, akan semakin besar seiring dengan berjalannya waktu. Karena, tanaman-tanaman yang kita miliki akan selalu semakin besar, dan dengan semakin besar, berarti harga tanaman tersebut juga akan semakin mahal tentunya. Meskipun biaya perawatan yang harus kita keluarkan buat tanaman tersebut itu tetap ada, namun keuntungan yng bisa kita dapatkan itu akan lebih besar jumlahnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar